onlinebet777.com – Karier seorang pelatih seperti Massmiliano Allegri tidak selalu berjalan mulus. Tetapi musim ini dirinya setidaknya telah kembali dapat mendekatkan Juventus ke kans dalam meraih treble. Juventus telah memastikan juara Scudetto sebagai penutup kampiun Serie A Italia musim 2016-2017. Itu adalah Scudetto ketiga secara teruntun dipersembahkan Allegri bagi Bianconeri semenjak datang ke klub pada musim 2014-2015.

Titel kompetisi Serie A kali ini sudah melengkapi gelar juara di Coppa Italia yang beberapa pekan sebelumnya juga sudah direngkuh skuad tim Allegri. Kini masih ada satu pertandingan final lagi yang harus dihadapi Juventus pada musim ini, Final Liga Champions melawan Real Madrid awal Juni mendatang. Lebih menariknya, ini adalah kedua kali Allegri mempunyai kesempatan mewujudkan treble winner bersama ‘Si Nyonya Tua’. Di musim perdananya dirinya memiliki peluang yang sama, walaupun akhirnya harus puas dengan menjuari dua piala Serie A dan Coppa Italia. Artinya, dalam tiga tahun saja sudah dua kali arsitek berusia 49 tahun itu dapat membawa Bianconeri memiliki kans memberikan treble.

Situasi Massimiliano Allegri itu semakin terlihat menarik karena kehadirannya ke Turin pada awalnya justru tidak mendapat sambutan yang meriah dari para suporter Juventus. Apalagi sepanjang perjalan kariernya Allegri pun bisa dikatakan tidak asing dari pemecatan klub. Dalam karier melatih Allegri dimulai ketika mengarsiteki klub C2, Aglianese, yang serta klub terakhirnya sebagai punggawa. Performa penampilannya ketika itu berhasil membuat klub Serie C1 Grosseto tertarik dan langsung merekrutnya. Tetapi di musim kedua Allegri telah dipecat dari Grosseto karena hanya dapat mengantar skuad tim meraih enam kemenangan dari 28 pertandingan.

Pemecatan tersebut langsung membawa Allegri kembali kepada sosok Glovanni Galeone sebagai mentornya. Pria keliharan Livorno itu kemudian masuk ke dalam daftar staf pelatih Galeone di Udinese selama satu musim. Di sanalah dirinya banyak mendapat ilmu dari klub-klub yang main di ajang Serie A Italia. Musim berikutnya Allegri kembali berjalan sendiri. Dirinya menerima panggilan Sassoulo pada awal bulan Agustus 2007 dan pada prosesnya membutkikan hasil baiknya dengan membawa Sasoulo promosi ke kompetisi Liga Serie B sebagai juara Serie C1.

Selanjutnya, pada awal 29 Mei 2008, Allegri memulai kariernya di Serie A dengan begabung bersama Cagliari yang di akhir musim hanya finis di peringkat sembilan. Perjuangannya itu membuatnya mendapatkan satu penghargaan Panchina d’Oro, sebagai pelatih terbaik yang dipilih manajer Serie A lainnya. Allegri pun sekaligus mengalahkan pelatih Jose Mourinho.

Tetapi, dimusim berikutnya perjalanan Allegri bersama Cagliari akhirnya berhenti. Dirinya dipecat sebelum memasuki musim 2009-2010 usai. Akan tetapi, ini merupakan seperti berkah yang datang karena setelah itu justru datang sebuah tawaran dari kubu AC Milan. Bersama Milan, Allegri turut mempersembahkan gelar juara Scudetto di musim perdananya. Awal yang cukup indah ini tidak berlanjut ke tahun-tahun berikutnya. Penurunan performanya itu membuat dirinya di pecat di pertengahan musim keempat.

Ini tidak menyurutkan klub-klub lain dalam menggunakan jasanya sebagai seorang pelatih. Adalah Bianconeri yang langsung menggaet Allegri, dengan awalnya La Vecchia Signora sampai sejauh ini masih kelihatan penuh dengan kisah-kisah yang bahagia.

“Untuk pagi ini semua masa lalu melintas di pikiran saya, tempat saya berada 10 musim yang lalu, dari Sossuolo hingga Cagliari. Saya cukup bahagia dap[at meraih piala di AC Milan dan Juventus, tetap selalu ada jalan yang panjang di depan saya”, tuntas Allegri.

Onlinebet777.com Onlinebet777.com
ONLINEBET777.COM MASTER AGENT BETTING ONLINE IBCBET SBOBET 368BET 338A ASIA8BET GUAVITA SOA888 SGD777 POKERKING 1SPOKER TOGEL
Copyright © 2016 CASINO ONLINE | JUDI BOLA ONLINE |AGEN BOLA IBCBET | AGEN IBCBET ONLINE | BANDAR BOLA | AGEN IBCBET | BANDAR JUDI BOLA | BANDAR BOLA ONLINE.
All Rights Reserved.